Berikut adalah cara menanggulangi kasus cyberquatting, antara lain :
1. Meningkatkan sistem pengamanan jaringan komputer nasional sesuai dengan standar internasional.
2. Meningkatkan kesadaran warga negara mengenai masalah cybercrime serta pentingnya mencegah terjadinya kejahatan tersebut.
3. Meningkatkan kerjasama antarnegara, baik bilateral, regional, maupun multilateral, dalam upaya penanganan cybercrime.
4. Perlunya dukungan lembaga khusus, baik pemerintah maupun NGO (Non Government Organization).
Adapun hal-hal yang harus dilakukan jika nama domain yang anda inginkan sudah dipakai oleh orang lain adalah :
1. Sebagai langkah awal, hubungi pendaftar nama domain untuk mencari nama dan alamat pemilik nama domain. Anda dapat menggunakan “WHOIS Lookup” di whois.net. Cari tahu apakah ada penjelasan yang masuk akal untuk penggunaan nama domain tersebut, mungkin saja pendaftar bersedia untuk menjual nama domain tersebut dengan harga yang Anda inginkan.
2. Bayar, jika harga tersebut masuk akal. Terkadang membayar cybersquatter adalah pilihan terbaik. Mungkin lebih murah dan lebih cepat daripada mengajukan gugatan atau memulai sebuah sidang perkara. Adapun hal - hal yang dapat dilakukan untuk memerangi cybersquatter
antara lain :
1. Menggunakan Prosedur ICANN
Pada tahun 1999, ICANN mulai menerapkan Uniform Domain Name Dispute Resolution Policy (UDNDRP), sebuah kebijakan untuk penyelesaian sengketa nama domain. Alasan yang dapat digunakan untuk mengajukan gugatan menggunakan prosedur ICANN adalah :
a. Nama domain adalah identik atau mirip dengan merek dagang atau merek jasa yang dimiliki penggugat.
b. Pemilik nama domain tidak memiliki hak atau kepentingan yang sah atas nama domain.
c. Nama domain telah didaftarkan oleh orang lain dan digunakan dalam hal yang tidak baik.
d. Jika gugatan diterima, maka nama domain akan dibatalkan atau dialihkan kepada penggugat.
2. Menggunakan Prosedur ACPA
Anticybersquatting Consumer Protection Act (ACPA) memberi hak untuk pemilik merek dagang untuk menuntut sebuah cybersquatter di pengadilan federal dan mentransfer nama domain kembali ke pemilik merek dagang. Dalam beberapa kasus, cybersquatter harus membayar ganti rugi uang. Untuk menghentikan cybersquatter, pemilik merek dagang harus membuktikan semua hal berikut :
a. Para pendaftar nama domain memiliki niat buruk dan mengambil keuntungan dari merek dagang orang lain.
b. Merek dagang sudah ada pada saat nama domain pertama kali didaftarkan.
c. Nama domain adalah identik, membingungkan atau mirip dengan merek dagang tersebut.
d. Merek dagang tersebut memenuhi syarat dan memiliki badan hukum atau hak patent, dan pemiliknya adalah orang pertama yang menggunakan merek tersebut dalam perdagangan. Jika cybersquatter bisa menunjukkan bahwa ia punya alasan untuk mendaftarkan nama domain bukan untuk menjualnya kembali ke pemilik merek dagang untuk mendapat keuntungan, maka pengadilan mungkin akan mengizinkan dia untuk memiliki nama domain tersebut.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar